Bawaslu Mengajar di MA Al Amin: Dari ruang kelas, demokrasi mulai diperkenalkan
|
Pamijahan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bogor kembali memperkuat pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula melalui program Bawaslu Mengajar. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2026, di MA Al Amin Pamijahan, Kabupaten Bogor. Program Bawaslu Mengajar menjadi salah satu ruang edukasi bagi generasi muda, khususnya siswa yang telah memasuki usia pemilih, untuk mengenal lebih dekat tentang demokrasi, kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
Acara ini disambut baik oleh Kepala MA Al Amin E.Supriadi,S.Pd,I, ia menyatakan bahwa dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pemilu dari perspektif penyelenggaraan dan pengawasan, tetapi juga diajak untuk memahami bahwa demokrasi membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda sebagai bagian dari pemilih dan warga negara.
Pelaksanaan Bawaslu Mengajar di MA Al Amin Pamijahan juga diperkuat dengan kehadiran Perpustakaan Keliling Pemerintah Daerah dan Bogor Corner. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang lebih luas bagi pemilih pemula. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui penyampaian materi secara langsung, tetapi juga diberikan akses terhadap berbagai bahan bacaan yang dapat menambah wawasan mereka.
Kehadiran Perpustakaan Keliling dan Bogor Corner diharapkan dapat mendorong siswa untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari proses memahami demokrasi.
Literasi demokrasi tidak cukup hanya dengan mengetahui kapan pemilu dilaksanakan atau bagaimana cara memberikan suara, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, membedakan fakta dan informasi yang menyesatkan, serta mengambil keputusan secara rasional dan bertanggung jawab.
Bawaslu Kabupaten Bogor memandang sekolah sebagai salah satu ruang strategis dalam membangun budaya demokrasi. Lingkungan pendidikan dapat menjadi tempat yang tepat untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi sebelum para siswa terlibat langsung dalam kehidupan politik sebagai pemilih. Melalui Bawaslu Mengajar, siswa didorong untuk memahami bahwa pengawasan pemilu bukan semata-mata tugas lembaga pengawas pemilu. Masyarakat, termasuk pemilih pemula, juga memiliki peran dalam mengawasi proses demokrasi melalui partisipasi yang kritis dan bertanggung jawab.
Pemilih pemula juga diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak mudah terjebak pada politik uang, berita bohong, ujaran kebencian, maupun berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merusak kualitas demokrasi. Karena itu, pendidikan demokrasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Bawaslu Kabupaten Bogor berharap program Bawaslu Mengajar dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Bogor. Kolaborasi antara Bawaslu, satuan pendidikan, pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap literasi diharapkan mampu membangun generasi pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas dan bertanggung jawab.
Dari ruang kelas, demokrasi mulai diperkenalkan. Dari budaya membaca, daya kritis dibangun. Dan dari pemilih pemula, masa depan demokrasi dipersiapkan.
Penulis dan Foto : Firjie
Editor : Humas Bawaslu Kab Bogor