Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Bogor Boyong Tiga Penghargaan dalam Pencegahan Award Bawaslu Jawa Barat

kbb

Bawaslu Kabupaten Bogor menghadiri Kegiatan *”Pencegahan Award” Bawaslu Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 (06/10/2026)

BANDUNG —Bawaslu Kabupaten Bogor kembali menorehkan capaian dalam penguatan kerja-kerja pencegahan, hubungan antarlembaga, dan partisipasi masyarakat. Dalam ajang *”Pencegahan Award” Bawaslu Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. (06/10/2026)

Bawaslu Kabupaten Bogor berhasil memboyong 3 penghargaan dari sejumlah kategori yang diberikan. Tiga penghargaan tersebut masing-masing diraih dalam kategori Nominasi Form Pencegahan Online Terproduktif meraih Peringkat 2, kemudian kategori Nominasi Hubungan Antarlembaga (Hubal) Terbaik mendapat Peringkat 3 dan Nominasi Partisipasi Masyarakat (Parmas) Forum Warga Terbaik meraih Peringkat 3.

Capaian tersebut menjadi apresiasi atas konsistensi Bawaslu Kabupaten Bogor dalam membangun sistem pencegahan yang tidak hanya berbasis kerja kelembagaan, tetapi juga mengedepankan kolaborasi dan keterlibatan masyarakat. Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Bogor. Burhanuddin, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran.

“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi Bawaslu Kabupaten Bogor, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat kerja pencegahan, membangun kolaborasi dan menghadirkan pengawasan yang semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, tiga kategori yang diraih memiliki keterkaitan erat dengan strategi pengawasan yang dikembangkan Bawaslu Kabupaten Bogor. Form Pencegahan Online menjadi instrumen dalam mendokumentasikan dan menguatkan kerja pencegahan secara sistematis. Sementara penguatan Hubungan Antarlembaga menjadi bagian penting dalam membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di sisi lain, penghargaan Partisipasi Masyarakat melalui Forum Warga, menunjukkan pentingnya menghadirkan ruang dialog antara Bawaslu dan masyarakat.

“Forum Warga bukan sekadar kegiatan sosialisasi. Di dalamnya ada ruang untuk mendengar persoalan masyarakat, membangun kesadaran bersama dan menjadikan masyarakat sebagai bagian dari mata dan telinga pengawasan,” jelasnya.

Burhanuddin menambahkan, kerja pencegahan harus terus bergeser dari pendekatan yang semata-mata informatif menuju pendekatan yang membangun kesadaran dan partisipasi.

“Pencegahan tidak cukup hanya dengan menyampaikan larangan. Pencegahan harus mampu membangun kesadaran. Ketika masyarakat memahami risiko dan memiliki keberanian untuk ikut mengawasi, maka di situlah pengawasan partisipatif menemukan maknanya,” katanya.

Berbagai program yang selama ini dikembangkan Bawaslu Kabupaten Bogor, seperti **Forum Warga, Pojok Pengawasan, pendidikan pengawasan partisipatif, kegiatan bersama komunitas, pemilih pemula, organisasi kepemudaan dan berbagai kelompok masyarakat, menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem pengawasan partisipatif. Tiga penghargaan dalam Pencegahan Award Bawaslu Jawa Barat tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Bawaslu Kabupaten Bogor untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi.

Penghargaan bukanlah akhir dari kerja pencegahan. Sebaliknya, penghargaan menjadi pengingat bahwa masih terdapat ruang yang lebih luas untuk memperkuat kualitas pengawasan, memperluas jejaring kolaborasi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga demokrasi.

"Dari pencegahan kita membangun kesadaran, dari kolaborasi kita memperkuat pengawasan, dan dari partisipasi masyarakat kita merawat demokrasi.”

Penulis dan Foto : Azmi

Editor: Humas Bawaslu Kab Bogor