Audiensi Ke IAIN Laa Roiba, Kolaborasi dengan Kampus Langkah Strategis Perluas Pengawasan Pemilu
|
Cibinong - Penanaman pendidikan demokrasi yang substansial di lingkungan kampus dinilai krusial sebagai fondasi awal dalam menciptakan iklim pemilu yang berintegritas. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai wadah pembentukan kesadaran demokrasi generasi muda. Melalui pengawasan partisipatif, keterlibatan mahasiswa dan akademisi menjadi kunci untuk memastikan seluruh proses demokrasi berjalan jujur, adil, dan transparan.
Semangat tersebut mendasari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bogor saat melaksanakan audiensi dan penjajakan kerja sama strategis dengan IAIN Laa Roiba, Rabu (11/03/2026).
Bawaslu Kabupaten Bogor yang dipimpin Ketua Ridwan Arifin bersama Kordinator Divisi Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Burhanuddin, diterima langsung oleh Rektor Dr. Hj. Ernawati, S.E., M.Pd. didampingi oleh Dr. Yudi Permana, S.Th.I, M.M (wakil rektor I) dan Dr. Sholikul Hadi, S.Ag., M.Si., M.M (wakil rektor II)
Dalam pertemuan tersebut, Ridwan Airifin menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pengawasan pemilu berbasis partisipasi publik.
"kami berharap bisa melakukan kerjasama dalam penguatan kapasitas kelembagaan, pengawasan partisipasif dalam penyelenggaran tahapan dan non tahapan pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah, serta Tridarma Perguruan tinggi" Ujar Ridwan
Senada dengan Ridwan Arifihn, Kordiv P2HM Burhanuddin, memaparkan berbagai potensi kolaborasi teknis yang bisa terus ditingkatkan, mulai daribidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat hingga penguatan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam bidang pendidikan demokrasi serta pengawasan partisipasif Pemilu dan Pemilihan.
Tawaran kolaborasi ini disambut antusias oleh pihak IAIN Laa Roiba. Rektor Dr. Hj. Ernawati, S.E., M.Pd, menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka dan menyambut baik rencana kerja sama dengan Bawaslu Kabupaten Bogor. Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga negara merupakan bagian dari kewajiban institusi pendidikan dalam membangun jejaring kemitraan.
"Kami sangat menyambut kerja sama ini karena lembaga memang memiliki kewajiban menjalin mitra, termasuk dengan Bawaslu. Terlebih, pemerintah mewajibkan 10 persen mahasiswa harus mengambil program Merdeka Belajar di luar kampus," ujar Ernawati
Ia pun membuka peluang lebar bagi para dosen untuk berkontribusi secara akademis. "Kami berharap ke depannya ada mahasiswa kami yang bisa belajar langsung di Bawaslu. Selain itu, jika Bawaslu memerlukan tenaga dosen kami untuk melakukan kajian akademis, kami sangat bersedia," tegasnya.
Penulis dan Foto : Tyo dan Furkon
Editor : Humas Bawaslu Kab Bogor